Harvest Moon Fanfiction-chap3
Harvest Moon Fanfiction
Oke tanpa basa-basi lagi langsung aja ke fanfic-nya.
Warning : Typo, dan gaje
Genre : Romance
( Chapter 3 )
....aku memang bukan tipe seseorang yang hanya menjalankan suatu hubungan tanpa status apalagi jika hal itu berurusan dengan perasaan (eaa..:v). Lebih baik aku menunggu waktu yang tepat untuk langsung melamarnya dan dia akan menjadi istri sah ku. "Oh iya kan aku hari ini di berikan makanan oleh Claire kira-kira apa ya?", gumam ku sambil membuka tempat makan yang diberi Claire. " wah.. omlate, ini adalah makanan kesukaan ku", aku pun mencicipinya. Dan tiba-tiba saja aku jadi membayangkan jika Claire menjadi istri ku...[ "sayang.. kamu hari ini mau makan apa?", tanya Claire lembut. " hmm.. Hari ini aku mau makan makanan kesukaanku kamu tau kan sayang?",tanya lagi dokter Trent manja "tentu saja aku tau apa sih yang aku tidak ketahui tentang kamu", sambil menyentuh hidung dokter Trent sesaat. " nih.. makanan kesukaan mu sudah siap", kata Claire sambil menyiapkan makanan dimeja. " wahh.. Terima kasih istriku yang baik", jawab dokter Trent nada senang. " sekarang ayo di makan bagaimana rasanya?", "yummy.. Enak sekali, kamu memang istri terbaik aku", Dokter Trent ingin mencium kening Claire.. tiba-tiba.. (tok tok tok dokter) ] Dan seketika bayangan dokter Trent hilang (😂) " ah.. Mengganggu saja aku sedang senang membayangkan tadi. Lagi pula siapa sih yang mengunjungi klinik saat tutup", kata ku nada kesal (tok tok tok dokter bukain dong) "iya iya sebentar", dokter Trent membuka-kan pintu. " akhirnya di bukain juga, aku udah nunggu 15 menitan tau",keluh Ellie. " ahh kamu Elli ada apa kesini saat hari libur mu?", tanya ku. " ehm.. begini dok saya hanya ingin memberikan laporan tentang obat-obatan yang kemarin, maaf saya kelupaan karena kemarin saya terburu-buru pulang", jawab Elli sambil memberikan laporan tersebut. " oke kalau begitu, nanti saya akan mengecek laporan ini", ku ambil laporan itu. "baiklah kalau begitu aku pergi dulu", Elli pulang menuju kerumahnya. Aku pun masuk kembali ke klinik dan langsung menaruh laporan tadi di atas meja kerja ku dan melanjutkan makan.
{ Claire P.O.V }
Aku kembali kerumah setelah aku membagikan masakanku ke penduduk desa. Namun saat di perjalanan menuju ke rumahku, aku bertemu bertemu dengan Gray yang sedang murung di depan rumah kakeknya. Aku pun menghampirinya dan bertanya padanya " apa kau bertengkar lagi dengan Kakek mu?", tanyaku. " hah.. Iya, entah apa yang diinginkan Kakek tua itu", gerutu Gray. "Hei kau tidak boleh menyerah begitu kau harus berusaha lebih keras lagi, jangan mudah menyerah!", kataku dengan lantangnya. " aku sudah berusaha keras namun apa hasilnya? Aku malah di marah-marahi oleh Kakek tua itu", ucap Gray dengan nada marah. "Aku tau tidak ada yang mudah untuk mendapatkan sesuatu yang kau inginkan. Tetapi jika kau terus berusaha dan tidak ada kata menyerah di diri mu, aku yakin kau akan mendapatkan hal yang kau inginkan. Jadi intinya kau harus lebih berusaha keras dan jika sudah berhasil kau hanya tinggal menikmati hasil kerja keras mu", ucapku menasihati Gray. " Hm.. Baiklah kalau begitu aku akan masuk kedalam dan berusaha lebih keras lagi untuk mendapatkan apa yang aku inginkan, terimakasih Claire atas nasihat mu", ucap Gray sambil kembali masuk ke rumah kakeknya. Aku pun melanjutkan perjalanan pulang kerumah ku. "Akhirnya sampai juga", ucapku senang. Aku melihat ke jam dinding dan ternyata sudah pukul 17.30 " wah sudah sore ya, tidak terasa waktu berjalan begitu cepat. hah.. hari ini aku agak kecapean sebaiknya aku mandi dan berendam dahulu di hot spring, setelah itu aku akan pulang dan langsung tidur", aku pun langsung bersiap-siap menuju hot spring. Saat aku membuka pintu ternyata ada dokter Trent sedang berdiri membelakangi pintu "dokter ada apa malam-malam begini datang ke sini?", tanyaku bingung. " oh, ehm.. anu.. ini a..aku hanya ingin mengembalikan kotak makan mu yang kau beri tadi", jawab dokter Trent gugup dan memberikan kotak makan itu. " oh..sebenarnya tidak apa-apa mengembalikannya besok tapi tak apalah dokter sudah datang sekarang", sambil ku ambil kotak makannya. "Apa dokter mau masuk dulu?", tanyaku. " oh.. eh..ti.tidak a..aku masih ada urusan dengan mayor Thomas. Kalau begitu aku pergi dulu ya.. Bye Claire.. ", dokter Trent pergi. " bye.. Dokter Trent " balasku sambil tersenyum. Dokter yang masih melihat ke arah ku pun mukanya tiba-tiba memerah dan langsung berlari. Aku berfikir mengapa akhir-akhir ini menurut ku dokter Trent sikapnya agak aneh terhadap ku, ah mungkin itu hanya pikiran ku saja. Baiklah aku akan ke hot spring dan langsung pergi tidur.
Yosh.. Thanks for Reading, saya masih akan melanjutkan fanfic ini Tunggu cerita selanjutnya ya..^^
Oke tanpa basa-basi lagi langsung aja ke fanfic-nya.
Warning : Typo, dan gaje
Genre : Romance
( Chapter 3 )
....aku memang bukan tipe seseorang yang hanya menjalankan suatu hubungan tanpa status apalagi jika hal itu berurusan dengan perasaan (eaa..:v). Lebih baik aku menunggu waktu yang tepat untuk langsung melamarnya dan dia akan menjadi istri sah ku. "Oh iya kan aku hari ini di berikan makanan oleh Claire kira-kira apa ya?", gumam ku sambil membuka tempat makan yang diberi Claire. " wah.. omlate, ini adalah makanan kesukaan ku", aku pun mencicipinya. Dan tiba-tiba saja aku jadi membayangkan jika Claire menjadi istri ku...[ "sayang.. kamu hari ini mau makan apa?", tanya Claire lembut. " hmm.. Hari ini aku mau makan makanan kesukaanku kamu tau kan sayang?",tanya lagi dokter Trent manja "tentu saja aku tau apa sih yang aku tidak ketahui tentang kamu", sambil menyentuh hidung dokter Trent sesaat. " nih.. makanan kesukaan mu sudah siap", kata Claire sambil menyiapkan makanan dimeja. " wahh.. Terima kasih istriku yang baik", jawab dokter Trent nada senang. " sekarang ayo di makan bagaimana rasanya?", "yummy.. Enak sekali, kamu memang istri terbaik aku", Dokter Trent ingin mencium kening Claire.. tiba-tiba.. (tok tok tok dokter) ] Dan seketika bayangan dokter Trent hilang (😂) " ah.. Mengganggu saja aku sedang senang membayangkan tadi. Lagi pula siapa sih yang mengunjungi klinik saat tutup", kata ku nada kesal (tok tok tok dokter bukain dong) "iya iya sebentar", dokter Trent membuka-kan pintu. " akhirnya di bukain juga, aku udah nunggu 15 menitan tau",keluh Ellie. " ahh kamu Elli ada apa kesini saat hari libur mu?", tanya ku. " ehm.. begini dok saya hanya ingin memberikan laporan tentang obat-obatan yang kemarin, maaf saya kelupaan karena kemarin saya terburu-buru pulang", jawab Elli sambil memberikan laporan tersebut. " oke kalau begitu, nanti saya akan mengecek laporan ini", ku ambil laporan itu. "baiklah kalau begitu aku pergi dulu", Elli pulang menuju kerumahnya. Aku pun masuk kembali ke klinik dan langsung menaruh laporan tadi di atas meja kerja ku dan melanjutkan makan.
{ Claire P.O.V }
Aku kembali kerumah setelah aku membagikan masakanku ke penduduk desa. Namun saat di perjalanan menuju ke rumahku, aku bertemu bertemu dengan Gray yang sedang murung di depan rumah kakeknya. Aku pun menghampirinya dan bertanya padanya " apa kau bertengkar lagi dengan Kakek mu?", tanyaku. " hah.. Iya, entah apa yang diinginkan Kakek tua itu", gerutu Gray. "Hei kau tidak boleh menyerah begitu kau harus berusaha lebih keras lagi, jangan mudah menyerah!", kataku dengan lantangnya. " aku sudah berusaha keras namun apa hasilnya? Aku malah di marah-marahi oleh Kakek tua itu", ucap Gray dengan nada marah. "Aku tau tidak ada yang mudah untuk mendapatkan sesuatu yang kau inginkan. Tetapi jika kau terus berusaha dan tidak ada kata menyerah di diri mu, aku yakin kau akan mendapatkan hal yang kau inginkan. Jadi intinya kau harus lebih berusaha keras dan jika sudah berhasil kau hanya tinggal menikmati hasil kerja keras mu", ucapku menasihati Gray. " Hm.. Baiklah kalau begitu aku akan masuk kedalam dan berusaha lebih keras lagi untuk mendapatkan apa yang aku inginkan, terimakasih Claire atas nasihat mu", ucap Gray sambil kembali masuk ke rumah kakeknya. Aku pun melanjutkan perjalanan pulang kerumah ku. "Akhirnya sampai juga", ucapku senang. Aku melihat ke jam dinding dan ternyata sudah pukul 17.30 " wah sudah sore ya, tidak terasa waktu berjalan begitu cepat. hah.. hari ini aku agak kecapean sebaiknya aku mandi dan berendam dahulu di hot spring, setelah itu aku akan pulang dan langsung tidur", aku pun langsung bersiap-siap menuju hot spring. Saat aku membuka pintu ternyata ada dokter Trent sedang berdiri membelakangi pintu "dokter ada apa malam-malam begini datang ke sini?", tanyaku bingung. " oh, ehm.. anu.. ini a..aku hanya ingin mengembalikan kotak makan mu yang kau beri tadi", jawab dokter Trent gugup dan memberikan kotak makan itu. " oh..sebenarnya tidak apa-apa mengembalikannya besok tapi tak apalah dokter sudah datang sekarang", sambil ku ambil kotak makannya. "Apa dokter mau masuk dulu?", tanyaku. " oh.. eh..ti.tidak a..aku masih ada urusan dengan mayor Thomas. Kalau begitu aku pergi dulu ya.. Bye Claire.. ", dokter Trent pergi. " bye.. Dokter Trent " balasku sambil tersenyum. Dokter yang masih melihat ke arah ku pun mukanya tiba-tiba memerah dan langsung berlari. Aku berfikir mengapa akhir-akhir ini menurut ku dokter Trent sikapnya agak aneh terhadap ku, ah mungkin itu hanya pikiran ku saja. Baiklah aku akan ke hot spring dan langsung pergi tidur.
Yosh.. Thanks for Reading, saya masih akan melanjutkan fanfic ini Tunggu cerita selanjutnya ya..^^
Comments
Post a Comment